Tampilkan postingan dengan label Dunia Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Anak. Tampilkan semua postingan
22.16

Melatih Otak Tengah untuk Kejeniusan Anak

Melatih otak tengah dengan bersepeda mata tertutup.
Barbagai cara dilakukan orang tua agar anak mereka dapat tumbuh cerdas. Kini ada metode pembelajaran baru bagi anak yaitu dengan mengasah otak tengah.
Metode yang digunakan untuk meningkatkan kinerja otak tengah yaitu dengan pengabungan antara otak kiri dan kanan agar anak menjadi tumbuh cerdas. Anak-anak diajak mendengarkan musik, berjoget, dan menari serta relaksasi.
Kegiatan seperti ini dilakukan selama 12 jam setiap hari. Hal tersebut untuk merangsang otak tengah anak agar mampu menerima informasi atau apapun dari luar lebih cepat.
Selain musik dan relaksasi, juga ada tes latihan untuk mengaktifkan kecerdasan otak tengah yaitu dengan cara menebak benda atau sesuatu melalui indra penciuman, pendengaran, perasa, dan peraba. Anak-anak juga dilatih naik sepeda dengan mata tertutup tanpa menabrak satu dengan yang lain.
Kelebihan otak tengah adalah bisa menjadi penyeimbang antara otak kanan dan otak kiri. hasilnya anak bisa lebih cerdas dalam mengaktualisasikan diri dan mudah menyerap mata pelajaran yang diajarkan di sekolah.
Metode aktifasi otak tengah ini hanya dilakukan pada anak berusia lima hingga 15 tahun karena pada rentang umur ini anak-anak dapat cepat menyerap terapi.

PERBEDAAN DASAR FUNGSI OTAK KANAN & KIRI
Dunia medis di jaman dahulu menganggap bahwa perbedaan fungsi otak kanan dan otak kiri tidaklah besar. Namun, pada saat ini, perbedaan fungsi otak kiri dan otak kanan tidak hanya menjadi pengetahuan yang diakui bersama oleh para praktisi medis pada umumnya, tetapi juga menjadi sebuah cabang ilmu pengetahuan yang khusus diteliti.
Fungsi otak kiri adalah untuk berpikir nalar, analisa, kemampuan berbahasa dan kemampuan menghitung. Dapat dikatakan juga bertanggung jawab terhadap IQ seseorang. Seseorang dengan kecenderungan otak kiri yang lebih dominan lebih egois, mementingkan diri sendiri, mudah iri hati, sombong dan lain sebagainya. Otak kanan bertanggung jawab dalam emosi, daya intuisi, daya kreasi, kesenian, kemampuan refleksi, daya ingat, kepribadian dan lain sebagainya. Yaitu bertanggung jawab terhadap emosi (EQ).
Seseorang dengan kecenderungan otak kanan yang lebih dominan cenderung dapat lebih berperasaan serta kurang kemampuan manajerial.
Pendidikan saat ini kebanyakan lebih mengutamakan otak kiri. Sehingga mengakibatkan banyak orang tidak percaya adanya indera intuisi, daya prediksi dan kemampuan perspektif yang merupakan gejala umum dimana fungsi otak kanan tertekan oleh otak kiri.
Tetapi, setelah midbrain diaktifkan, fungsi dari otak kanan dan otak kiri dapat berjalan secara seimbang. Otak kiri tidak lagi menekan otak kanan. Kemampuan prediksi, daya ingat, kesenian dan kemampuan refleks tidak hanya menjadi berkembang, tetapi kemampuan manajerial dan pemahaman mereka juga dapat terpelihara. Orang seperti ini akan lebih memiliki rasa cinta kasih, lebih mencintai orang tua sendiri, termasuk orang yang lebih tua, memiliki kecerdasan dan kerukunan. Memulihkan potensi awal yang semestinya dimiliki oleh umat manusia.
BAGAIMANAKAH MIDBRAIN DIAKTIFKAN?
Di masyarakat, terdapat berbagai metode dalam mengaktifkan midbrain; masing-masing metode memiliki hasil yang berbeda-beda. GMC menggunakan teknologi komputer yang modern; mengaktifkan midbrain melalui kolaborasi dan kemanjuran musik, audio dan lain sebagainya. Dengan prinsip ini, dilakukan pelatihan terhadap janin dengan menggunakan musik “Mozart”. Laporan menyebutkan bahwa setelah bayi lahir, lebih cerdas serta lebih cepat belajar dibanding dengan bayi lainnya.
Letak perbedaannya adalah bayi yang telah tumbuh sekarang telah menjadi anak-anak; jadi, musik atau suara yang digunakan perlu lebih kuat beberapa kali dari musik Mozart. Yang lebih membanggakan adalah: metode yang digunakan oleh GMC memiliki tingkat keberhasilan mencapai 70-80%.
PERANAN ORANGTUA
Bila ingin membantu anak mengembangkan fungsi midbrain, peranan orangtua tidak boleh diabaikan. Midbrain memerlukan perasaan aman dan landasan kepercayaan diri dalam mengaktifkan dan mengembangkannya. Perasaan aman dan percaya diri dalam diri anak berasal dari perlakuan ayah dan ibunya. Dari segi bahasa, ayah dan ibu menentukan kata-kata anak; hasil yang dicapai juga jauh lebih efektif daripada banyak perkataan yang diucapkan oleh orang lain. Oleh karenanya, ayah dan ibu harus memprioritaskan belajar perkataan yang terpuji dan pasti.
Kedua, perlu menyisihkan waktu sedikitnya 20-30 hari untuk membantu anak berlatih. Setiap hari hanya memerlukan latihan selama 15-30 menit. Banyak orangtua yang beranggapan karena kesibukan hidup tidak memiliki waktu untuk mendampingi anak berlatih. Tetapi, bila dihitung anak saling berhubungan dengan orang tuanya seumur hidup misalnya hingga usia 18 tahun, maka 30 hari hanyalah 0.45% dari seluruh waktu tersebut. Bila dalam 30 hari tersebut dapat membuat anak seumur hidup memperoleh manfaat, mengapa tidak bersedia meluangkannya? Apalagi dalam satu hari hanyalah memerlukan waktu yang pendek yaitu 15-30 menit saja.
LANGKAH PERKEMBANGAN POTENSI OTAK
Langkah aktivasi midbrain secara sederhana dapat dibagi menjadi dua bagian – yaitu masa kestabilan awal dan masa pendalaman perkembangan.
1. Masa Kestabilan Awal
Setelah mengikuti pelajaran selama satu setengah hari, midbrain anak akan teraktivasi. Anak dapat merasa sangat gembira juga sangat menarik. Para orang tua juga dapat merasakan kemampuan anak mereka menjadikan mereka merasa bangga. Sangat bersemangat karena ini merupakan penemuan yang baru. Tetapi, ini hanyalah titik awal. Anak-anak dapat melupakan bagaimana mereka memasuki kondisi jalannya midbrain.Lama-kelamaan, sanggup menjadikan midbrain kembali dalam kondisi tertidur dan “tidak melihat”. Jadi, memerlukan latihan setiap hari hingga stabil.
Yang dimaksud dengan stabil adalah anak-anak dapat sewaktu-waktu melakukan menutup mata sambil mengenal warna, mengenal huruf, membaca, mengenali benda-benda dan lain sebagainya. Disaat mereka tidak mudah kehilangan kemampuan mereka. Kecuali dalam jangka waktu lama tidak digunakan.
2. Masa Pendalaman
Banyak orang tua berhenti bila mencapai masa stabil. Karena mereka tidak mengetahui bahwa anak masih memiliki potensi yang menunggu untuk dikembangkan. Seorang anak yang benar-benar menggunakan midbrain memiliki karakter yang seimbang, hubungan antar manusia yang baik, suka menolong orang, pandai bergaul, prestasi belajar menonjol dan lain sebagainya. Dan juga, mereka juga dapat menggunakan kemampuan “Extra Sensory Perception / ESP”. Misalkan, mereka dapat memprediksi cuaca besok pagi sehingga dapat merencanakan bagaimana bila keluar rumah.
Potensi ini memerlukan latihan penggunaan midbrain yang terus-menerus dari si anak; dari menutup mata yang dasar berlatih kemampuan menembus pandang; hingga tidak perlu menutup mata, hanya menutup mata dalam berlatih kemampuan menembus pandang; kemudian hingga membuka mata dalam berlatih kemampuan menembus pandang; hingga mencapai indera extra sensory. Pada akhirnya memasuki target dominasi dengan midbrain; memulihkan potensi awal yang seharusnya dimiliki umat manusia. Inilah yang disebut dengan talenta; sehingga mereka berubah menjadi manusia baru dalam jaman modern ini.
HUBUNGAN ANTARA “METODE BELAJAR MENUTUP MATA” & “METODE BELAJAR MIDBRAIN”
Nama “Metode Belajar Menutup Mata” diambil dari sebuah fenomena yang dapat dihasilkan setelah midbrain diaktifkan. Berarti bahwa anak tersebut dapat belajar dengan menutup mata. Tetapi bila ditambah sebuah kata “metode”, maka artinya sama sekali berbeda. “Metode Belajar Menutup Mata” memberikan kesan yang salah bagi banyak orang; bahkan ada beberapa yang salah mengartikan.
Banyak orangtua menanyakan bahwa anak memiliki mata kenapa tidak digunakan malahan belajar sambil menutup mata; sepertinya agak melawan alam atau aliran sesat. Arti yang dimaksudkan adalah “metode” “belajar menutup mata” ini cukup efektif; semenjak itu, anak tidak perlu menggunakan mata dalam belajar; bahkan “memejamkan mata” dalam menjalani hidupnya.
Sebenarnya, tujuan akhir setelah midbrain diaktifkan bukanlah meminta orang untuk belajar sambil menutup mata atau memejamkan mata dalam menjalani hidup, tetapi membantu anak-anak memasuki kondisi terbimbing mifbrain. Sehingga mereka dapat secara seimbang menggunakan otak kanan dan otak kiri serta mengembangkan potensi terbesar dari daya otak. Memejamkan mata membantu anak memasuki interbrain. Setelah terbiasa menggunakannya, tidak perlu menutup mata juga dapat menggunakan midbrain; yaitu dengan membuka mata juga dapat mengembangkan keseimbangan otak kanan dan otak kiri; sehingga otak kanan dan otak kiri berkembang secara seimbang.

PERTANYAAN YANG SERING DIAJUKAN

Mengapa dapat melihat dengan menutup mata? Dapatkah melihat setan?
Gelombang otak yang dipancarkan oleh midbrain dapat membuat orang melihat dengan menutup mata. Setan tidak memiliki wujud; gelombang otak tidak dapat merasakannya, sehingga setan tidak terlihat.
Mengapa midbrain dapat tertutup?
Karena tekanan dan kesedihan. Kesedihan merusak otak; sedangkan rasa gembira membuka otak. Bila belum memasuki dominasi midbrain, setelah diaktifkan dapat tertutup kembali. Sehingga memerlukan latihan yang sering untuk memasuki kondisi terdominasi oleh midbrain.
Apakah interbrain setiap anak dapat diaktifkan?
Ada hambatan apa saja?Berdasarkan catatan pelajaran GMC, midbrain pada sekitar 70-80% anak, pada pelajaran pertama dapat berhasil diaktifkan. Asalkan anak tersebut memiliki jiwa yang sehat dan bersedia bekerjasama, dengan usia antara 5-12 tahun, midbrain dapat diaktifkan. Hambatan dalam mengaktifkan midbrain antara lain adalah: tekanan, ketakutan, kurang percaya diri, curiga, tidak mau menerima, berpikir yang tidak-tidak dan lain sebagainya.
Bila anak kita memiliki hambatan tersebut diatas, bagaimanakah penanganannya?
Orang tua dan anak perlu membangun hubungan dan komunikasi yang baik; saling membantu mengatasi hambatan. Menyemangati anak untuk secara rileks mengikuti pelajaran aktivasi. Bila diperlukan, dapat meminta wakil dari GMC untuk membantu. Bila aktivasi pertama kali tidak berhasil, mohon tidak langsung putus asa dan terus melanjutkan pelatihan.
Setelah midbrain anak diaktifkan, apakah dapat menyebabkan gegar otak karena terlalu banyak menggunakan daya otak?
Tidak dapat; setelah midbrain teraktivasi, anak akan menggunakan tiga otak secara seimbang; sehingga tidak terjadi gegar otak. Metode untuk mengaktifkannya menggunakan teknik alami seperti suara, musik, warna, suasana dan lain sebagainya; tidak ada faktor dari luar yang dimasukkan kedalam tubuh (seperti minum obat, suntikan, menggunakan gelang listrik kepala dan lain sebagainya). Tubuh dan otak anak masih sama seperti pada awalnya. Sebaliknya, orang yang midbrainnya belum teraktivasi hanya menggunakan sebagain kecil dari otak kirinya; sehingga dapat mengakibatkan terlalu keras menggunakan daya otak.
Pelajaran dan pelatihan kecerdasarn semacam ini meliputi apa saja? Perlu mengeluarkan berapa banyak biaya untuk mengikuti pelatihan kecerdasan ini?
Selain mengaktifkan interbrain, pelajaran satu setengah hari juga mengajarkan “mind mapping”, “speed reading”, “excellence learning” dan lain sebagainya kepada anak; sehingga anak lebih santai dan gembira dalam membaca. Sebenarnya ini merupakan pelajaran yang paling murah di pasaran; pelajaran lainnya (piano, kesenian dan lainnya) memerlukan waktu yang panjang dan biaya yang banyak. Mengaktifkan midbrain hanya memerlukan satu setengah hari; seumur hidup tetap berguna!

MENGAKTIFKAN OTAK TENGAH

Jalan menuju Genius
1. Apa itu “midbrain” (mesencephalon) dan apa tujuan mengaktifkan otak tengah?
Otak tengah adalah jembatan untuk menghubungkan dan menyeimbangkan fungsi otak kiri dan kanan. Mengaktifkannya akan memungkinkan baik otak kiri maupun kanan berfungsi secara normal. Pengaktifan otak tengah mengembalikan kekuatan otak pada keadaan semulanya.
2. Apakah manfaat dari pengaktifan otak tengah?
Ketika otak tengah diaktifkan , anak anda akan memiliki akses yang mudah ke baik otak kiri maupun kanan. Dengan akses mudah ini, mereka akan belajar, membaca dan mengahafal benda-benda dalam kecepatan yang lebih cepat dan dengan demikian meningkatkan keyakinan, minat dan konsentrasi mereka dalam belajar.
3. Apakah tujuan dari penutupan mata dengan kain?
Dapat melihat ketika mata ditutup merupakan fenomena bagi mereka yang otak tengahnya telah diaktifkan.Oleh karenanya BFR adalah cara untuk membuktikan kepada orang tua bahwa otak tengah telah diaktifkan.
4.Bagaimana kursus dilaksanakan?
GMC tidak menggunakan kekuatan supernatural, meditasi dan hipnosis di dalam kelas. Kursus murni pendidikan secara alami.Murid harus bekerjasama untuk memperoleh manfaat darinya. Dalam 1 ? hari materinya adalah:a) Bagaimana masuk ke dalam “Keadaan Genius” dari pembelajaran.b) Pengaktifan otak tengahc) Menggunakan BFRd) Pembinaan keyakinan dan meningkatkan konsentrasie) Membaca cepat dan konsep pemetaan otak dasar.
5. Apakah orang tua diperbolehkan selama kursus?
Murid-murid perlu memberikan konsentrasi dan perhatian penuh dalam kelas. Oleh karenanya, orang tua tidak diijinkan di dalam kelas untuk mengurangi gangguan terhadap anak-anak. Orang tua diundang untuk menghadiri “brifing” pada akhir sesi pada hari kedua.
6. Apakah manfaat mengikuti Metode “Blindfold Reading”?
Sebagian besar anak-anak mengalami peningkatan dalam ingatan, konsentrasi, kreativitas, persepsi dan stabilitas emosi.Ketika mereka tumbuh, hormonnya akan seimbang dan memiliki kesehatan yang baik.
7. Apa peranan orang tua dalam BFR?
Orang tua harus mengarahkan dan mendorong anak-anak mereka untuk latihan selama 10-15 menit tiap hari. Mereka harus positif, mendorong dan melakukan latihan untuk waktu yang menyenangkan bersama. Kebahagiaan merupakan kunci untuk pengaktifan otak tengah. Ini penting untuk dicatat bahwa anak-anak mereka telah latihan sebelum belajar. Latihan BFR akan menjadi kegiatan sepanjang hidup sebab ini jalan menuju genius.
8. Apakah otak tengah ditutup setelah kegiatan?
Untuk mencegah agar otak tengah tidak tertutup, anak-anak membutuhkan latihan 10-15 menit sekurang-kurangnya tiga kali seminggu. Paling baik latihan tiap hari, seperti persiapan latihan sebelum belajar. Bahkan ketika anak-anak masuk universitas, mereka perlu melakukan hal yang sama. Ini tugas sepanjang hidup untuk melatih otak tengah agar tetap aktif.
Apa itu “Blindfold Reading Method?”
“Blindfold Reading Method” merupakan cara yang didisain untuk mengaktifkan kemampuan otak tengah dan kemampuan otak tengah yang dapat menyeimbangkan otak kiri dan otak kanan.

Pangujian Standar Blindfold Method
Selesai kursus 1 ? hari, anak kita akan diuji dengan menutup mata mereka untuk “melihat” dan “membaca” tanpa menggunakan mata telanjang. Ini adalah karena setelah otak tengah diaktifkan satu fenomena akan terjadi yaitu anak-anak kita dapat “melihat” dan “membaca” walaupun mata mereka ditutup dengan kain. Latihan selanjutnya yaitu otot-otot mata dan tangan akan mengaktifkan lagi kemampuan seperti semula. Anda hanya perlu melatih anak-anak anda selama 15 menit saja setiap hari.
Manfaat “Blindfold Reading Method”
Banyak ilmuwan telah memberikan penjelasan teori tentang fungsi-fungsi otak kiri dan otak kanan. Menurut penyelidikan yang mutakhir, manusia yang otak kanan dominan akan memproses informasi dan bereaksi dengan cara yang berlainan.Kebanyakan teori mengataka bahwa siapa saja yang otak kanannya dominan akan bersifat emosional dan bertindak dengan mengikuti perasaan, suka menghayal. Apabila otak kiri yang dominan akan bereaksi secara lebih logis. Murid-murid yang otak kirinya dominan akan menunjukan sifat yang lebih teratur. Mereka akan menganalisa informasi serta memprosesnya secara teratur.Selain dari pada itu, murid-murid yang otak kirinya dominan lebih ber-hati-hati dan mengikuti peraturan, menunjukkan kemampuan yang kuat dalam matematik dan ilmu serta dapat menjawab persoalan dengan cepat.Dengan demikian , kepribadian seseorang itu akan ditentukan oleh jenis dominan otak kita.
Bagaimanakah dengan pelajar yang otak tengahnya dominan?
Mereka akan menunjukkan sifat yang seimbang antara otak kiri dan otak kanan. Maka, kemampuan “otak tengah merupakan rahasia menuju sukses.” Otak tengah berfungsi seperti pusat kendali untuk otak kiri dan otak kanan dan kemampuan seperti semulanya dapat menonjolkan lagi kehebatan otak manusia.
Keistimewaannya adalah:
a) Meningkatkan kemampuan pengingatan
b) Dapat mendorong perhatian
c) Kreatif
d) Mengimbangkan hormone
e) Kestabilan emosi
Menutup mata murid-murid hanyalah untuk menunjukkan bahwa otak tengah seorang murid telah diaktifkan. Tujuan kami bukanlah menutup mata. Menutup mata hanya tahap pertama dimana murid-murid itu belajar konsentrasi. Murid-murid tidak perlu membalut mata apabila telah mencapai tahap yang tinggi.

18.26

Mendidik Anak Tanpa Kekerasan

Mendidik anak tanpa kekerasan sering menjadi masalah besar bagi orang tua. Kenakalan, ketidak patuhan anak kadang menjadi pemicunya. Aku pun tidak lepas dari itu. Sempat beberapa kali aku hampir tidak mampu menahan emosiku menghadapi Bima - keponakanku. Mulai dari kata - kata yang lembut sampai teriakan penuh murka... ( wah nggak kebayang mukaku seperti apa waktu itu...hehehe.. kata mamaku ngalahin muka monster ...:P )

Hingga akhirnya kukatakan pada diri sendiri," ini sudah tidak benar. Bila aku terus menerus marah seperti ini, Bima tidak bertambah nurut tapi malah kenakalannya semakin menjadi - jadi.Makin memberontak.Harus ada cara lain yang nggak bikin aku habiskan energi dan memperburuk kondisi psikologis keponakanku."

Alhamdulillah, secara tidak sengaja aku menonton salah satu episode Super Nanny di Metro TV hari Sabtu sore ( ini bukan iklan lho!), ide untuk menangani permasalahanku muncul.Mereka menampilkan cara mengatasi kemarahan dan kenakalan anak tanpa harus berteriak dan marah. Mau tau tipsnya? Ternyata sangat sederhana : KURSI TENANG.

Metode KURSI TENANG
Sebagian orang akan bertanya bagaimana caranya ? Caranya, saat kemarahan dan kenakalan anak tidak terkendali, angkat dan dudukkan anak di satu kursi yang sudah kita siapkan ( kita sebut Kursi Tenang ) selama beberapa menit sampai dia meminta maaf dan menyadari perbuatannya.
Segampang itu? Tidak, ada beberapa langkah yang harus dikerjakan supaya metode ini efektif. Yaitu :
  1. Tempatkan kursi di salah satu sudut ruang keluarga/ ruang lain yang sedikit terpisah namun masih dapat diawasi oleh orang tua
  2. Jelaskan peraturan yang akan diterapkan.Misal : adik/kakak harus duduk di kursi tenang ini bila adik/kakak memukul, berteriak - teriak, dst... sampai adik/kakak menyesal, minta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.
  3. Pada saat diterapkan, jelaskan pada si anak alasan kenapa di harus duduk di kursi tenang. Misal : adik harus duduk di kursi tenang ini selama 5 menit karena adik memukul bunda. kalau adik menyesal, minta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi lagi baru boleh bermain lagi.
  4. Untuk anak usia balita usahakan tidak lebih dari 5 menit. Anak yang lebih besar bisa dengan durasi sedikit lebih lama.
  5. Bila mereka meninggalkan kursi sebelum waktunya, angkat dan dudukkan anak pada kursi tenang kembali. dan ulangi langkah 3.
  6. Bila mereka menangis dan menjerit - jerit, tahan diri dan biarkan. Usahakan tidak mendekati mereka. Dan ulangi pernyataan di langkah ke 3. Minta anak mengucapkan maaf. Bila tidak mau, jangan hiraukan, kerena hal tersebut tidak akan berlangsung selamanya.
  7. Bila mereka menangis dan mengatakan minta maaf, dekati dan katakan,"adik sekarang sudah tau? adik tidak boleh....mau minta maaf?janji tidak akan diulang kembali?"Peluk anak dan jelaskan kembali bahwa dia tidak boleh .... dan katakan Anda sayang padanya. Lalu ajak anak melakukan aktivitas yang lain.
  8. CATATAN : Jangan gunakan cara ini untuk menakut - nakuti anak. Gunakan hanya bila kemarahan atau kenakalan anak sudah sulit dikendalikan. Sebisa mungkin tetap gunakan cara - cara yang lembut.

18.24

TELINGA YANG SABAR MENDENGAR

TELINGA YANG SABAR MENDENGAR

Seorang ayah mengajak anaknya yang baru saja diwisuda dari perguruan tinggi ternama duduk-duduk di pekarangan rumahnya sambil mengamati burung-burung yang hinggap silih berganti di pohon. Si anak yang berhasil meraih gelar cum laude (sangat memuaskan) terus bercerita tentang keberhasilannya itu, serta rencana-rencana berikutnya setelah diwisuda. Sang ayah dengan tekun mendengarkan cerita dan aspirasi anaknya ini dengan penuh haru dan bangga. Hingga tiba-tiba si anak berhenti bercerita karena melihat seekor burung gereja hinggap di dahan pohon yang ada dekat mereka sambil berkicau.
Sang ayah lalu bertanya pada si anak, “nak, itu apa?”
Si anak menjawab kaget, “masa ayah tidak tahu, itu kan burung gereja!”
Lalu mereka mengobrol lagi, sementara burung gereja itu masih ada disana.
Ditengah perbincangan sang ayah bertanya lagi, “nak, itu burung apa sih?”
Si anak kembali menjawab, “itu burung gereja, yah”
Perbincangan dilanjutkan lagi dan si ayah kembali bertanya dengan pertanyaan yang sama. Si anak mulai kesal dan jawabannya hanya dua kata saja, “burung gereja!”
Hingga hari semakin sore dan untuk terakhir kalinya sang ayah bertanya kepada anaknya, “nak, apakah betul itu burung gereja?”
Maka dengan kesal dan geram si anak berkata kepada ayahnya, “masa ayah tidak tahu kalau itu burung gereja, dari tadi saya sudah katakan bahwa itu burung gereja. Ayah ini bodoh atau pura-pura bodoh!”
Mendengar jawaban itu, sang ayah tersenyum sambil berpamitan untuk masuk ke dalam rumah sebentar untuk mengambil sesuatu. Sang anak yang tadinya bangga menceritakan dirinya, terpekur dengan muka kesal memandangi ayahnya yang masuk ke dalam rumah.
Selang beberapa menit, sang ayah keluar dengan membawa buku diary (catatan harian) yang sudah kotor dan lusuh. Dia menunjukkan sebuah catatan pribadinya kepada anaknya ini, yang dicatat kira-kira tujuh belas tahun yang lalu, ketika anaknya berumur 4-5 tahun. Pada salah satu halaman terdapat tulisan tangan ayahnya yang menceritakan sebuah kisah.
“Ketika itu, aku dan Calvin anakku yang menginjak usia lima tahun sedang duduk-duduk di beranda gubuk kami. Sewaktu aku bercerita tentang pohon, tiba-tiba ada seekor burung gereja hinggap di dahan pohon tersebut. Calvin bertanya apakah yang hinggap itu, dan aku pun menjelaskannya bahwa itu burung. Kemudian dia bertanya lagi burung apa, kujelaskan itu burung gereja. Calvin terus bertanya tentang rumah burung, makanannya, ibunya burung, dan sebagainya.”
“tidak jarang dia bertanya berulang-ulang untuk pertanyaan yang sama. Terbersit dalam hati kejengkelan, namun tetap kutahan karena disinilah aku melatih diriku dan berusaha terus menerus mengasihi anakku”
Penggalan tulisan harian sang ayah ini membuat sang anak yang duduk disampingnya menitikkan air mata, karena calvin itu adalah dirinya sendiri.
Sang anak mendapat hikmah yang luar biasa, bahwa ilmu dan predikat yang dimiliki dan disandang sebenarnya tidak memiliki arti apa-apa, jika tidak diwarnai oleh kesabaran dan kerendahan hati. Sekolah hanyalah salah satu cara untuk berhasil dalam menempuh ujian, namun pengalaman hidup dan pergaulanlah yang menentukan apakah kita mampu lulus dari ujian kehidupan
Telinga yang sabar mendengar, akan mampu melatih setiap orang untuk sabar dan tangguh dalam menghadapi pergumulan hidup. Dalam keluarga, apakah yang diinginkan anak-anak dari orang tuanya? Tidak lain adalah kehadiran dan kesediaan mereka untuk mendengar. Hadiah-hadiah yang diberikan kepada anak kita tidak menjamin mereka memiliki mental yang tangguh dan keluweasan dalam bergaul untuk menapaki masa depan mereka kelak.
Anak-anak tidak hanya membutuhkan materi dan sosok kehadiran orang tua mereka saja, namun lebih dari itu anak-anak menginginkan ada orang yang mau mendengar keluhan mereka, kisah sukses, hingga pertanyaan-pertanyaan mereka. Orang yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mereka ini adalah orang tua mereka.
Menurut penelitian mengenai kenakalan remaja, anak yang mudah terpengaruh oleh lingkungan yang tidak baik salah satunya disebabkan kurangnya waktu orang tua untuk mendengarkan mereka. Akibatnya mereka mencari orang lain di luar rumah yang mau mendengarkan mereka.
Pertanyaan anak-anak adalah pertanyaan yang terkadang menjengkelkan dan berulang-ulang. Pertanyaan mereka bukanlah pertanyaan negoisasi dalam berbisnis yang akan memperlihatkan keuntungan. Ada banyak pertanyaan si anak hanya berkisar tentang dirinya sendiri. Terkadang si anak tidak tahu waktunya kapan untuk bertanya, karena dia tidak mau tahu bahwa ayah ibunya letih, dia menganggap, “you’re my hero!”. Namun disinilah seninya menjadi orang tua, ketika si anak bertanya justru pada saat kita sebagai orang tua sedang tidak ingin ditanya.
Kemampuan mengalahkan kepentingan pribadi untuk mau dengan sabar memasang telinga lebar lebar mendengarkan mereka, akan meningkatkan hubungan yang baik dan harmonis di rumah. Kesediaan orang tua untuk mau mendengarkan anak-anaknya akan membuat mereka betah tinggal di rumah.
Seorang anak di sebuah sekolah dasar, ditanya oleh gurunya, “siapakah pahlawan terhebat yang kamu kenal di Indonesia ini?”. Maka dengan lantang anak tersebut menjawab, “ayah saya!”. Mengapa demikian? Karena di mata si anak, ayahnya adalah sosok yang mau mendengarkan dia, peduli akan masalahnya dan rela duduk bersamanya, untuk mendengarkan ceritanya, walaupun ayahnya lelah setelah seharian bekerja.
Kesediaan untuk mendengar, mengandung arti mendahulukan kepentingan orang lain dari pada pemuasan keinginan sendiri. Berbicara menunjukkan kita berbagi, sementara mendengarkan menunjukkan kita peduli.
Dalam satu tempat bermain anak, empat orang anak berbicara saling membanggakan ayahnya masing-masing.
Anak pertama mengatakan, “ayahku seorang pejabat, kemana saja kami pergi selalu dilayani oleh staf-stafnya.”
Anak kedua mengatakan, “ayaku seorang pengusaha, ribuan orang bergantung pada ayahku, dan aku sering keluar negeri.”
Anak yang ketiga mengatakan, “ayahku seorang selebriti, tiap hari televisi memberitakan ketenaran ayahku.”
Anak keempat yang dari tadi diam saja, karena ayahnya tidak terkenal mengatakan, “ayahku ada disini sekarang, aku bangga dengan ayahku karena dia selalu ada bersamaku. Waktunya selalu ada untukkku”
Tidak peduli saat ini kita sedang berada di luar kota dan jauh dari rumah, angkat telepon hubungi anak-anak kita dan dengarkan mereka. Inilah saat yang tepat, besok mungkin sudah terlambat. Ketika orang lain bertanya kepada anak kita, siapakah pahlawan di rumahmu, apakah meraka akan menjawab, “ayah saya!.”, semoga…..

Percikan Renungan:
Tulisan ini mengingatkan kembali pada ayah saya yang sederhana dan bersahaja……
Yang tak pernah letih mendengarkan segala keluh kesah saya…..
yang tak pernah menyalahkan pilihan-pilihan hidup saya…..
yang selalu memberi semangat, dorongan, dan doa ketika saya lemah dan terjatuh…..
yang selalu bangga dengan apapun yang saya lakukan…..
Maafkan saya bila selama ini tidak menyadari betapa luas dan dalamnya samudera hatimu…
Engkau adalah ayah yang terbaik yang dipilihkan Allah bagiku sejak dulu, kini, dan hingga akhir nanti….